Jangan Remehkan Dosa Kecil
Seringkali kita terjebak pada sikap meremehkan dosa kecil. Saat kita ghibah, bercanda yang sudah masuk kategori rafats (porno), bahkan bergaul dengan lawan jenis yang tidak islami, kita beralasan "itu kan dosa kecil, tidak apa-apa". Padahal orang yang meremehkan dosa ia tidak sadar sedang
berhadapan dengan siapa. Siapakah yang ia maksiati? Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Keras adzab-Nya. Juga, tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus. Ibarat sebuah bintik noda, dosa kecil pun akan mengotori hati. Semakin banyak dosa semakin banyak pula noda di hati.
Sesungguhnya, apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka
muncul bintik hitam dalam kalbunya. Kemudian jika ia
bertaubat, meninggalkan dosa dan memohon ampun, maka
hatinya bersih. Dan jika dosa-dosanya bertambah, bintik
hitam itupun bertambah (HR. Ibnu Majah dan Ahmad,"hasan")
Marilah Bertaubat Sebelum terlambat Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah,
Marilah kita sambut seruan Allah untuk bertaubat sebelum kita terlambat. Kini Allah menganugerahkan momentum yang luar biasa kepada kita untuk menjalani taubatan nasuha.
Ramadhan yang sangat kondusif dengan amal shalih dan minim pengaruh negatif dibandingkan bulan lainnya, adalah kesempatan berharga yang belum tentu datang lagi kepada kita. Bukankah kita tidak pernah bisa menjamin bahwa kita akan tetap hidup sampai Ramadhan berikutnya jika kita
menunda taubat saat ini? Dan bukankah pintu taubat akan ditutup saat kita mengalami sakaratul maut?
Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selagi ia belum
sekarat (HR. Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Ibnu Hibban, dan
Abu Ya'la)
Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang
yang berbuat maksiat di siang hari bertaubat, dan Allah
membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang
berbuat maksiat di malam hari bertaubat. (Demikian itu
tetap terjadi) sampai matahari terbit dari barat. (HR.
Muslim)
Terlalu banyak pengalaman yang menunjukkan kepada kita bahwa kematian datang tanpa memandang apakah seseorang masih muda atau sudah tua, miskin atau kaya, juga dalam
kondisi sehat atau sakit-sakitan? Bukankah jalan kematian bukan hanya lewat sakit di usia tua? Kematian bisa datang lewat kecelakaan kerja, kecelakaan di jalan raya, sakit
mendadak, dan juga bencana serta berjuta cara yang tidak pernah bisa kita tebak dengan cara apa ia datang kepada kita.
17 Desember 2013
11.42
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar