Kegiatan Selama PSG

Pemasangan pelanggan baru pada Modul DWDM ALLU

Kegiatan Selama PSG

Proses Pembuatan Program

28 Oktober 2014

DELPHI7


DELPHI7
1.    Pengantar
       Bahasa Pemrograman Delphi merupakan pemrograman Visual (berbasis windows) yang dibuat oleh sebuah Perusahaan Software Borland .Inc, Fungsi dari aplikasi ini adalah sama dengan fungsi aplikasi visual lainnya, seperti VB, Foxpro dan Iain-Iain.
       Delphi dapat menangani pembuatan aplikasi sederhana sampai pada aplikasi yang berbasis client/server atau jaringan, Delphi dapat dimanfaatkan untuk membuat aplikasi yang berbasis text, grafik, angka, database maupun web.
Bahasa Pemrograman visual mempunyai 2 hal yaitu object dan kode program, manifestasi dari object adalah berbentuk komponen yang dapat dilihat (visual), sedangakan kode program merupakan sekumpulan teks yang digunakan sebagai sebuah perintah yang telah diatur dengan suatu aturan dan mempunyai suatu tujuan tertentu.
Bahasa pemrograman Delphi merupakan bahasa pemrograman yang  dikembangkan dari bahasa pemrograman Pascal, Pascal berbasis text only sedangkan Delphi berbasis visual (window).
2.          Memulai
       Software Delphi yang digunakan pada modul ini adalah Borland Delphi versi 7.0, Setelah aplikasi ini dipasang (Install) pada komputer secara default anda bisa membuka melalui Start Menu >> Program >> Borland Delphi 7.0 >> Delphi 7, lihat ilustrasi gambar berikut :
Gambar 2.2 Proses Membuka Aplikasi Delphi7
                       Setelah anda akan melihat layar kerja Delphi 7 seperti terlihat pada gambar berikut :
             Gambar 2.3 Interface  pemrograman Delphi7
3.    IDE Delphi
       IDE (Integrated Development Environment) merupakan lingkungan atau wilayah dimana seluruh tools atau komponen-komponen yang dibutuhkan untuk merancang atau membangun aplikasi program, cara mum IDE Delphi di kelompokkan kepada 8 bagian yaitu :
a.    Mainmenu
Merupakan penunjuk ke seluruh fasilitas yang disediakan aplikasi Delphi 

           Gambar 2.4 Menu Pemrograman Delphi7
b.    Toolbar/Speedbar
Merupakan Icon (Shortcut) yang dirancang untuk lebih memudahkan menjangkau fasilitas yang ada pada Delphi. 
Gambar 2.5 Toolbar Pemrograman Delphi7
4.    Component Palette  

                                         Gambar 2.6 Componen Palette Pemrograman Delphi7
5.    Form Designer
       Merupakan interface (antar muka) apalikasi yang akan dibangun, form akan menampung seluruh komponen yang akan digunakan dalam proses perancangan sebuah aplikasi dengan Delphi. 

Gambar 2.7 Form Pemrograman Delphi7
6.    Code Editor
       Code editor merupakan tempat untuk menuliskan kode program menggunakan bahasa object Pascal. Kode program tidak perlu di tulis secara keseluruhan karena Delphi sudah menyediakan blok atau kerangka untuk menulis kode program. 

Gambar 2.8 Tampilan Layar Kode Program Pemrograman Delphi7
7.    Code Explorer
       Digunakan untuk memudahkan berpindah antar file unit di dalam jendela code editor. Code explorer berisi daftar yang menampilkan semua tipe,class, properti , method, varible global, rutin global yang telah didefinisikan di dalam unit. Saat memilih sebuah item dalam code explorer, kursor akan berpindah menuju implementasi dari item yang dipilih di dalam code editor.

   Gambar 2.9 Code Explorer Pemrograman Delphi7
8.     Object Inspector
       Object inspector digunakan untuk mengubah properti atau karakteristik dari suatu komponen. Terdiri dari 2 tab yaitu :
a.    Properties
       Digunakan untuk menentukan seting suatu objek. Satu objek memiliki beberapa properti yang dapat diatur langsung dari object inspector maupun melalui kode program. Seting ini mempengaruhi cara kerja objek tersebut saat aplikasi dijalankan.

b.    Event
            Merupakan bagian yang dapat diisi dengan kode program tertentu yang berfungsi untuk menangani event-event (berupa sebuah prosedur) yang dapat direspon oleh sebuah komponen
                 Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek, missal: klik, drag, dan lain-lain. Event yang diterima objek akan memicu Delphi menjalankan kode program yang ada didalamnya. Misalnya ingin sesuatu dikerjakan pada saat form ditutup, maka untuk menyatakan tindakan tersebut (berupa sebuah procedure) menggunakan OnClose. 
Gambar 2.10 Object Inspector Pemrograman Delphi
9.         Object Tree View

           Gambar 2.11 Object Tree View Pemrograman Delphi
10.  Struktur File Pada Delphi 
Secara dasar Delphi mempunyai struktur file sebagai berikut:
a.    File Project -» merupakan kepala dari file, artinya seluruh file yang lain akan berada didalam file project, ekstensi dari file ini adalah *.dpr
b.    File Form (interface) -» merupakan file yang berfungsi sebagai interface aplikasi yang menampung seluruh komponen visual aplikasi, ekstensi dari file ini adalah *.dfm
c.    File Pas (Kode program) -» merupakan file yang menampung listing program dari sebuah aplikasi, ekstensi dari file ini adalah *.Pas

DWDM

DWDM 
 
1.    Sejarah Perkembangan DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing)
       Pada mulanya teknologi WDM (Wavelength Division Multiplexing) yang merupakan cikal bakal lahirnya DWDM berkembang dari keterbatasan yang ada pada sistem serat optik, dimana pertumbuhan trafik pada sejumlah jaringan backbone mengalami percepatan yang tinggi sehingga kapasitas jaringan tersebut dengan cepatnya terisi. Hal ini menjadi dasar pemikiran untuk memanfaatkan jaringan yang ada dibandingkan membangun jaringan baru.
Pada perkembangan WDM, beberapa sistem telah sukses mengakomodasikan sejumlah panjang gelombang dalam sehelai serat optik yang masing-masing berkapasitas 2,5 Gbps sampai 5 Gbps. Namun penggunaan WDM menimbulkan permasalahan baru, yaitu ke-nonlinieran serat optik dan efek dispersi yang kehadirannya semakin significant yang menyebabkan terbatasnya jumlah panjang gelombang 2 - 8 buah saja di kala itu.
Pada perkembangan selanjutnya, jumlah panjang-gelombang yang dapat diakomodasikan oleh sehelai serat optik bertambah mencapai puluhan buah dan kapasitas untuk masing-masing panjang-gelombang pun meningkat pada kisaran 10 Gbps, kemampuan ini merujuk pada apa yang disebut DWDM.
       Namun pada dasarnya, DWDM merupakan pemecahan dari masalah-masalah yang ditemukan pada WDM, dimana dari segi infrastruktur sendiri praktis hanya terjadi penambahan peralatan pemancar dan penerima saja untuk masing-masing panjang gelombang yang dipergunakan. Inti perbaikan yang dimiliki oleh teknologi DWDM terletak pada jenis filter, serat optik dan penguat amplifier. Jenis filter yang umum dipergunakan di dalam sistem DWDM ini antara lain Dichroic Interference Filters (DIF), Fiber Bragg Gratings (FBG), Array Waveguide Filters (AWG) and Hybrid Fused Cascaded Fiber (FCF) dengan Mach-Zehnder (M-Z) interferometers.
       Komponen berikutnya adalah serat optik dengan dispersi yang rendah, dimana karakteristik demikian sangat diperlukan mengingat dispersi secara langsung berkaitan dengan kapasitas transmisi suatu sistem. Jenis serat optik yang banyak dipakai untuk aplikasi DWDM diantaranya LEAF yang merupakan produk dari Corning, yang oleh para carriers dipercaya sebagai serat berkualitas terbaik. Sementara penguat optik yang banyak dipergunakan untuk aplikasi demikian adalah EDFA dengan karakteristik flat untuk semua panjang-gelombang di dalam spektrum DWDM. Teknik lain yang yang telah sukses diujicobakan adalah dengan memperpendek jarak antar kanal, yang biasanya berkisar 1 nm menjadi 0,3 nm. Hal ini terutama berguna pada sistem yang spektrum penguatan dari penguat optiknya kurang merata.
2.    Pengertian DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing)
       DWDM merupakan suatu teknik transmisi yang yang memanfaatkan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda sebagai kanal-kanal informasi, sehingga setelah dilakukan proses multiplexing seluruh panjang gelombang tersebut dapat ditransmisikan melalui sebuah serat optik.

                                                    Gambar 2.0 Teknologi DWDM 


       Teknologi DWDM adalah teknologi dengan memanfaatkan sistem SDH (Synchoronous Digital Hierarchy) yang sudah ada (solusi terintegrasi) dengan memultiplekskan sumber-sumber sinyal yang ada.
       Menurut definisi, teknologi DWDM dinyatakan sebagai suatu teknologi jaringan transport yang memiliki kemampuan untuk membawa sejumlah panjang gelombang (4 Gbps, 8 Gbps, 16 Gbps, 32 Gbps, dan seterusnya) dalam satu fiber tunggal. Artinya, apabila dalam satu fiber itu dipakai empat gelombang, maka kecepatan transmisinya menjadi 4x10 Gbs (kecepatan awal dengan menggunakan teknologi SDH).
       Teknologi DWDM beroperasi dalam sinyal dan domain optik dan memberikan fleksibilitas yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan akan kapasitas transmisi yang besar dalam jaringan. Kemampuannya dalam hal ini diyakini banyak orang akan terus berkembang yang ditandai dengan semakin banyaknya jumlah panjang gelombang yang mampu untuk ditransmisikan dalam satu fiber.

3.      Pemilihan DWDM
       Secara umum ada beberapa alternatif cara yang dapat ditempuh untuk memenuhi kebutuhan kapasitas akibat perkembangan trafik yang sangat cepat, yaitu:
a.    Menambah Modul
Kapasitas DWDM bisa ditambah selama di dalam DWDM ditambah modul TRBD.
b.    Memperbesar Kecepatan Transmisi
Penggantian perangkat / modul eksisting dengan sistem / kapasitas yang baru (sistem SDH kapasitas STM-64 ) dengan kapasitas yang lebih besar. Cara ini menemui hambatan dengan keterbatasan kapasitas terbesar sistem SDH (STM-64).
c.    Mengimplementasikan WDM
Cara lain yang jauh lebih ekonomis dan berorientasi ke masa depan adalah dengan menerapkan sistem WDM. Sistem WDM ini memanfaatkan sistem SDH yang sudah ada (solusi terintegrasi ) dengan memultiplekskan sumber-sumber sinyal yang ada, pada domain c, pada komponen pasif WDM.
       Dengan memperhatikan faktor ekonomis, fleksibilitas dan kebutuhan pemenuhan kapasitas jaringan jangka panjang, maka solusi untuk mengimplementasikan DWDM merupakan yang paling cocok, terutama jika dorongan pertumbuhan trafik dan proyeksi kebutuhan trafik masa depan terbukti sangat besar. Secara umum ada beberapa faktor yang menjadi landasan pemilihan teknologi DWDM ini, yaitu:        
1)        Menurunkan biaya instalasi awal, karena implementasi DWDM berarti kemungkinan besar tidak perlu menggelar fiber baru, cukup menggunakan fiber eksisting (sesuai ITU-T G.652 atau ITU-T G.655) dan mengintegrasikan perangkat SDH eksisting dengan perangkat DWDM
2)        Dapat dipakai untuk memenuhi demand yang berkembang, dimana teknologi DWDM mampu untuk melakukan penambahan kapasitas dengan orde n x 2,5 Gbps atau n x 10 Gbps (n= bilangan bulat).
3)        Dapat mengakomodasikan layanan baru (memungkinkan proses rekonfigurasi dan transparency). Hal ini dimungkinkan karena sifat dari operasi teknologi DWDM yang terbuka terhadap protokol dan format sinyal (mengakomodasi format frame SDH).
4)        Kapasitas besar, Satu modul BMDX mempunyai 12 port untuk CMDX, satu modul CMDX mempunyai 8 port untuk TRBD. Hingga total DWDM yaitu 12 x 8 = 96,hasil ini dikali dengan kapasitas TRBD ( 96 x 10 = 960 ).

4.      Keunggulan DWDM
Secara umum keunggulan teknologi DWDM adalah sebagai berikut:
a.    Tepat untuk diimplementasikan pada jaringan telekomunikasi jarak jauh (long haul) baik untuk sistem point-to-point maupun ring topology.
b.    Lebih fleksibel untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik yang tidak terprediksi.
c.    Transparan terhadap berbagai bit rate dan protokol jaringan
d.   Tepat untuk diterapkan pada daerah dengan perkembangan kebutuhan Bandwidth sangat cepat.

              Namun dengan dukungan teknologi tingkat tinggi dan area implementasi utama pada jaringan long haul teknologi DWDM menjadi mahal, terutama jika diperuntukkan bagi implementasi di area metro. Area metro menjadi penting terutama karena dorongan pertumbuhan trafik data yang signifikan pada area ini.

5.    Komponen penting pada DWDM
       Teknologi DWDM, terdapat beberapa komponen utama yang harus ada untuk mengoperasikan DWDM dan agar sesuai dengan standar ITU sehingga teknologi ini dapat di aplikasikan pada beberapa jaringan optik. Komponen-komponen adalah sebagai berikut :
a.    LOFA (Line Optical Fiber Amplifier)
b.    OSCU (Optical Supervisory Channel Unit)
c.    BMDX (Band Multiplex Demux)
d.   CMDX (Channel Mux Demux)
e.    TRBD (Tributary Transponder)

       Berikut gambar konfigurasi pada DWDM ALLU berdasarkan komponen-komponen utama tersebut :


Gambar 2.1 Konfigurasi DWDM merk Alcatel Lucent