Teman-Teman Blogger yang dirahmati Allah, Selain dikenal sebagai syahrut tarbiyah dan syahrus shabr, Ramadhan juga dikenal sebagai syahrul jihad; bulan Jihad. Barangkali saat mendengar kata terakhir ini –jihad- sebagian besar umat Islam sendiri telah berpandangan negatif sebagai akibat dari stigma Barat dan media pada jihad Islam. Selain juga akibat penerapan yang salah dari segelintir orang yang mengatasnamakan jihad untuk melegitimasi aksi terorisme mereka.
Maka, tema jihad menjadi amat menarik sekaligus urgen untuk dibahas di bulan Ramadhan ini.
Latar Belakang Ramadhan sebagai Syahrul Jihad Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
Ramadhan disebut sebagai syahrul jihad bukanlah tanpa alasan. Sejak awal puasa diwajibkan kepada umat Islam dalam bulan Ramadhan, sejak saat itu pula aktifitas jihad banyak dicatat oleh sejarah justru menemukan kemenangannya pada bulan Ramadhan, pada saat umat Islam berpuasa, pada saat sebagian mujahidin juga berjihad dengan tetap berpuasa! Subhaanallah, Allaahu akbar! Simaklah kembali perang Badar. Ia terjadi pada bulan Ramadhan bertepatan dengan tahun diwajibkannya puasa
Ramadhan, yakni tahun 2 H. 313 pasukan Islam berhasil Bersama Dakwah Ceramah Ramadhan Memaknai Ramadhan sebagai Syahrul Jihad mengalahkan 1000 pasukan kafir Quraisy yang bersenjatakan lengkap. Kemenangan gemilang pertama yang diraih umat Islam ini kemudian menjadi penguat eksistensi kaum muslimin di Madinah dan pembuka bagi kemenangankemenangan
Islam berikutnya. Adakah pakar militer saat itu yang bisa memprediksi bahwa Rasulullah dan para
sahabatnya bisa memenangkan peperangan? Dan kemenangan jihad ini terjadi di bulan Ramadhan!
Ikhwani wa akhwati fillah rahimakumullah, 6 tahun kemudian terjadi peristiwa yang jauh lebih besar dan mempesona. Inilah penaklukan paling indah dalam sejarah umat manusia. Penaklukan tanpa korban jiwa. Kemenangan besar tanpa tetesan darah! Sepuluh ribu pasukan Islam yang
dipimpin oleh Rasulullah memasuki Makkah dengan tenang, menang tanpa perlawanan. Bukan hanya kemenangan secara fisik yang membuat pasukan Makkah tidak berani memberontak, tetapi juga kemenangan jiwa sehingga keimanan masuk ke jiwa-jiwa mayoritas penduduk Makkah
menggantikan seluruh kekufuran dan permusuhan mereka. Maka, tak ada satupun yang membela saat 360-an berhala di sekeliling ka’bah dihancurkan. Tak ada yang meratapi atau melakukan demontrasi saat berhala-berhala itu dilenyapkan. Sebab, sesaat sebelum dilenyapkan dari masjidil haram, Allah
telah melenyapkan dari hati mereka. Inilah jihad dan kemenangan besar yang juga terjadi di bulan Ramadhan. 650 tahun kemudian juga terjadi peperangan yang dikenal dengan nama Ain Jaluth. Pasukan Islam melawan pasukan Tartar.
Baca selengkapnya silahkan Click disini
Sumber http://www.bersamadakwah.com/2012/07/kumpulan-ceramah-ramadhan-1433-h-2012-m.html








0 komentar:
Posting Komentar